IBX5828CB0982D9D Pro Kontra film Battle of Surabaya - Vestyles.com

Ervan Nuari - Rabu, 02 September 2015

Vestyles.com - Beberapa hari yang lalu saya sempat membaca sebuah artikel yang memperdebatkan bagus tidaknya film animasikarya anak bangsa, yaitu Battle of Surabaya. Membaca hal ini saya cukup merasa miris. Karena yang saya takutkan adalah ketika karya anak bangsa tidak lagi diapresiasi oleh kita sendiri selaku penduduk Indonesia.


Mereka yang menyatakan kontra terhadap film ini didasari oleh 3 hal. Penggambaran lokasi yang salah, logat dan tipe gambar yang terlalu merujuk ke manga jepang. Tapi apa benar dengan alasan itu kita bisa menilai bahwa film ini tidak pantas untuk diapresiasi?

Untuk poin kontra pertama, saya punya beberapa alasan untuk mengatakan mengapa seharusnya hal ini tidak menjadi masalah. Yang pertama adalah, ketika seseorang membuat sebuah film, orang tersebut, dalam hal ini sutradara,memiliki hak penuh untuk menggambarkan lokasi yang diinginkannya didalam film. Walaupun terkadang terdengar tidak masuk akal. Tapi hal ini dilakukan untuk menciptakan keindahan dalam filmnya. Yang kedua adalah untuk mendramatisir kejadian yang ada. Kita melihat banyak film luar yang berdasarkan kejadian nyata yang juga mengambil lokasi yang sesungguhnya karena alasan tertentu.  Tapi apakah ini menjadi alasan film ini tidak pantas untuk diapresiasi?

Poin kontra kedua adalah logat. Menurut saya wajar jika film ini tidak menggunakan logat Surabaya, tetapi menggunakan logat Yogyakarta. Karena pembuat film ini adalah sineas muda Yogyakarta. Ada baiknya hal ini jangan dijadikan sebagai penghinaan terhadap logat Surabaya. Tetapi jadikanlah ini sebagi pacuan untuk mereka yang tinggal didaerah asal kejadian tersebut untuk mulai berkarya dan mengangkat nama daerah mereka.

Dan untuk poin ketiga, yang mana menurut saya adalah sesuatu yang sangat tidak beralasan. Ketika sebuah karya animasi, terutama yang menggunakan gambar tangan, dinilai dari kemiripannya dengan gambar dari negara lain, dalam hal ini jepang, dijadikan sebuah alasan film ini tidak pantas untuk diapresiasi maka mereka yang mengatakan itu adalah mereka yang tidak mengerti. Sebuah gambar, entah itu Jepang ataupun Amerika, terutama gambar tangan adalah suatu kewajaran jika kita menemukan kesamaan. Sama halnya dengan sebuah musik ataupun film. Kita pasti akan menemukan suatu kesamaa. Jadi wajar saja jika kita menemukan kemiripan dengan manga Jepang. Karena kebanyakan komik yang beredar di Indonesia adalah komik dari Negeri Sakura tersebut.

Saya tidak akan memaksa anda untuk memihak pro ataupun kontra dalam artikel ini. Tapi marilah kita lebih cerdas dan mengerti. Sudah lama sekali kita merlihat karya anak bangsa yang benar-benar mendapatkan apresiasi. Jadi tidak ada salahnya kita mengapresiasi film ini.

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Prev
Posting Lama
Komentar (0)
Komentar

Tidak ada komentar:

Don't Miss

Jangan Lewatkan