IBX5828CB0982D9D Penyakit-Penyakit Yang Diawali Batuk Hingga Sesak Nafas - Vestyles.com

Luluk Emje - Senin, 21 September 2015

Vestyles.com - Apakah anda pernah merasakan batuk? tentu saja setiap orang pernah mengalami batuk, baik itu batuk ringan maupun batuk parah. Kebanyakan dari orang-orang selalu menganggap batuk adalah penyakit biasa sehingga banyak yang mengabaikannya dengan tidak membawa ke dokter.

Batuk sering muncul dan menjadi penyakit musimam saat cuaca tidak bersahabat. Ada pula batuk yang tidak hanya disebabkan oleh cuaca saja, dan bila anda mengalami batuk yang tak kunjung sembuh terlebih sampai sesak nafas anda perlu waspada. Beberapa penyakit dapat terindikasi dari batuk anda antara lain sebagai berikut:



1. Bronkitis
Atau dikenal juga dengan istilah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah suatu infeksi atau peradangan di saluran napas, yang biasanya disebabkan oleh virus atau bakteri meskipun bisa juga disebabkan oleh jamur, parasit maupun kuman tuberkulosis. Bronkitis diawali dengan batuk yang mula-mula tidak berdahak (kering) lalu semakin lama semakin berdahak. Secara warna pun mengalami perubahan dari putih lama-lama berubah kuning, hijau, bahkan disertai bercak darah.

Hal ini menandakan terjadi perlukaan pada mukosa atau dinding bronkus sehingga pembuluh darah kecil terbuka. Sering diiringi dengan demam, bahkan jika sudah lanjut tubuh bisa menggigil. Pasien biasanya juga mengalami sesak napas karena saluran napas yang sudah bengkak, saat dokter memeriksa suara napas terdengar lebih berisik karena ada lendir.

Setelah pemeriksaan jika penyebab bronkitis oleh virus maka keadaan umum pasien-lah yang diperbaiki, misalnya dengan diberi vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh, obat penurun demam, dan pengencer dahak. Pasien pun disarankan untuk memperbanyak minum air putih.

2. Radang Saluran Paru
Atau Pneumonia adalah infeksi atau radang saluran napas dan jaringan paru yang disebabkan oleh bakteri atau virus. Di Indonesia angka kejadian dan angka kematian yang disebabkan pneumonia cukup tinggi. Gejala awalnya adalah batuk, dan sama seperti penyakit saluran pernapasan lainnya, yaitu bermula dengan batuk kering. Jika dibiarkan batuk mulai berkembang produktif dan berdahak, bahkan batuk bisa bercampur darah jika sudah terjadi kerusakan pada pembuluh darah kecil di paru.

Adapun gejala lainnya adalah nyeri di dada, demam yang bermula tidak terlalu tinggi dan sesak napas, jika dibiarkan maka akan berisiko tidak bisa bernapas dan membutuhkan alat bantu pernapasan (ventilator). Penanganan pneumonia adalah dengan pemberian antibiotik, pemeriksaan dahak, pemberian obat-obat simptomatis untuk mengurangi keluhan seperti obat pengencer dahak, penurun panas dan vitamin.

Pneumonia dapat menyerang seseorang berusia lanjut, anak-anak balita dan orang dengan penyakit dasar semisal diabetes. Seseorang dengan daya tahan tubuh yang rendah, seperti pasien HIV/AIDS juga rentan terkena pneumonia.

3. Asma Bronkial
Asma adalah peradangan kronis pada saluran napas yang ditandai oleh peningkatan kepekaan saluran napas, sehingga sedikit saja pemicu saluran napas dapat menyempit dan responsnya adalah sesak napas dan napas berbunyi "ngik". Biasanya asma disebabkan oleh faktor keturunan, meski ada juga asma yang didapat saat sudah dewasa. Gejala asma antara lain napas berat yang semakin lama membuat sesak napas, diikuti batuk yang mula-mula kering lalu lama-kelamaan semakin berdahak dan mengental, napas berbunyi "ngik" terutama pada malam hari atau menjelang pagi.

Penderita asma yang bertubuh gemuk akan lebih berat karena usaha jantung dan paru-paru untuk memenuhi oksigen di seluruh tubuh semakin besar. Asma bisa dipicu oleh flu, alergi, atau stres. Oleh karenanya rumah harus disterilkan pula, seperti membersihkan karpet, kasur dari kapas, tumpukan koran, baju yang bergantungan, boneka berbulu dan sebagainya.

Kelelahan fisik dan psikis juga memicu kambuhnya asma. Disarankan untuk tidak memelihara hewan berbulu sebab mudah memicu kekambuhan. Pada anak-anak sebaiknya hindari mengkonsumsi makanan kemasan dan cokelat. Perhatikan pula lingkungan sekitar rumah, apakah ada tempat pembakaran sampah, peternakan, atau pabrik yang dapat menimbulkan polusi asap.

Selain itu, kelola manajemen stres dengan baik dan rutin berolahraga. Olahraga yang dianjurkan adalah berenang atau olahraga air, namun perhatikan kadar kaporit air kolam renang jangan terlalu tinggi dan menyengat. Pantai juga salah satu tempat yang baik bagi penderita asma sebab udara diatas air sangat baik.

Dengan berenang secara teratur dapat melatih otot-otot bantu napas seperti otot dada, otot punggung dan otot disela iga, sehingga saat serangan asma datang penderita asma dapat terbantu oleh otot yang kuat.

4. Tuberkulosis (TB)
Tuberkulosis adalah penyakit yang paling banyak dialami negara berkembang dan juga ditakuti oleh negaramaju seperti AS dan Australia. Indonesia sendiri pernah berada diurutan ketiga di dunia dengan penderita TB terbanyak, namun kini pengendalian TB di Indonesia sudah lebih baik dan menurunkan peringkat tersebut. Persentasi usia penderita TB di Indonesia ada anak-anak usia 1-6 tahun sebesar 25,9 persen, anak usia 7-14 tahun sebesar 42,4 persen dan yang tertinggi adalah usia diatas 15 tahun yakni 58,6 persen. Kuman TB biasanya menyerang saluran napas atau jaringan paru, jika kumannya cukup ganas jaringan paru bisa berlubang alias cavitas sehingga menimbulkan batuk berdahak.

Penularannya yang melalui udara membuat kuman ini sangat ditakuti, jika penderita TB batuk dan kuman melayang di udara bisa diisap oleh orang di sekitarnya. Jika daya tahan tubuh orang yang didekatnya sedang turun dapat terjangkiti. Gejala yang muncul diawali dengan demam yang tidak terlalu tinggi, badan lesu, nafsu makan turun, dan batuk yang mula-mula kering kemudian muncul dahak. Mula-mula encer kemudian  kental berwarna putih, kuning, hijau bahkan batuk darah, jadi jika seseorang batuk lebih dari 2 minggu sebaiknya curiga TB.

Pengobatan dilakukan dengan pemberian obat antituberkulosis, obat ini harus diminum teratur dan tanpa jeda kecuali dokter sudah mengatakan untuk berhenti. Dua bulan kemudian tubuh akan kembali dikontrol dan pengobatan akan disesuaikan, selanjutnya akan masuk pengobatan fase lanjutan selama 4 bulan.  Namun yang banyak terjadi adalah pasien berhenti meminum obat yang diberikan karena bosan dan capek, padahal jika pasien berhenti meminum obat sebelum waktunya, ditakutkan kuman sudah membuat barrier sehingga tubuh menjadi kebal dengan obat tersebut. Oleh karenanya pendamping pasien dalam mengontrol konsumsi obat sangatlah penting.

Penjelasan diatas disampaikan oleh dokter spesialis paru yaitu dr. Boedi Swidarmoko, Sp.P dari RS. Premier Bintaro. Dengan adanya penjelasan diatas maka patutlah kita selalu menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh kita terutama saat cuaca sedang tidak bersahabat, serta ingatlah selalu untuk tidak menyepelekan penyakit walau hanya batuk.Penyakit lebih lanjut atau kronis dapat disebabkan sikap acuh terhadap penyakit yang disangka ringan dan mudah sembuh. Semoga kita semua sehat selalu yaaah :)
(vestyles.com)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Prev
Posting Lama
Komentar (0)
Komentar

Tidak ada komentar:

Don't Miss

Jangan Lewatkan